Dari Teritori Ke Aksi: Gerakan Sosial Komunitas Perempuan Adat Jerieng “ Umah Berandun” Bangka Barat
DOI:
https://doi.org/10.33019/1fysxn86Keywords:
Umah Berandun, perempuan adat, ekofeminisme Vandana Shiva, Gerakan sosial, hutan adat, Bangka BaratAbstract
Penelitian ini membahas gerakan sosial komunitas perempuan adat Jerieng “Umah Berandun” di Bangka Barat sebagai respons atas ekspansi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang mengancam kelestarian hutan adat dan ruang hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap anggota Umah Berandun, warga lokal, serta aktor-aktor terkait lainnya. Studi ini menggunakan teori ekofeminisme Vandana Shiva yang menyoroti posisi perempuan sebagai penjaga pengetahuan lokal dan alam, sekaligus sebagai subjek perlawanan terhadap dominasi patriarki dan kapitalisme ekstraktif yang diwujudkan melalui model ekonomi nasional serta ekspansi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umah Berandun berperan strategis sebagai ruang konsolidasi, edukasi, dan advokasi bagi perempuan Jerieng untuk mempertahankan hutan adat dari perampasan serta kerusakan ekologis. Melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan seperti menganyam daun kuang, edukasi ekologis, dan penguatan pengetahuan local yang keduanya sangat ditekankan oleh Vandana Shiva sebagai “pengetahuan hidup” Umah Berandun tidak hanya membangun ketahanan ekonomi komunitas, tetapi sekaligus memperkuat identitas serta solidaritas kolektif perempuan adat. Perlawanan ini diwujudkan dalam bentuk aksi kolektif, advokasi kebijakan, serta revitalisasi nilai-nilai budaya dan sistem pengetahuan lokal yang selama ini termarginalisasi oleh proses industrialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa gerakan Umah Berandun bertransformasi dari sekadar praktik budaya menjadi agen perubahan sosial dan lingkungan, memperlihatkan efektivitas teori ekofeminisme Shiva dalam membaca dinamika perjuangan perempuan adat di tingkat akar rumput.
Downloads
References
Fitria, N. A. (2024). Gerakan Ekofeminisme Komunitas Puan In Action Surabaya Dalam Women Environmental Warrior Perspektif Vandana Shiva.
Ibrahim. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Walhi. (2020). Hutan Tanaman Industri (HTI) Bukan Hutan.
Musznski, A., & Salleh, A. (2017). Ecofeminism as Politics: Nature, Marx and the Postmodern. In Canadian Public Policy / Analyse de Politiques (Vol. 25, Issue 4). https://doi.org/10.2307/3552434
Ismi, N. (2020). Jerit Suku Jerieng, Ruang Hidupnya Terdesak Perkebunan Sawit dan HTI [Bagian 1]. Mongabay Indonesia. https://www.mongabay.co.id/2020/10/08/jerit-suku-jerieng-ruang-hidupnya-terdesak-perkebunan-sawit-dan-hti-bagian-1/
Jainuddin, N. (2023). Dampak Deforestasi Terhadap Keanekaragaman Hayati Dan Ekosistem. Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 1(2), 131–140.
Mongabay. (2023). Waspada Ekstraktivisme Berbalut ‘Hijau’ Waspada Ekstraktivisme Berbalut ‘Hijau’. Diakses dari https://www.mongabay.co.id/2023/11/08/waspada-ekstraktivisme-berbalut-hijau/ pada 1 Mei 2025.
Abdurrahman, D., & Patria Fauzi, A. (2022). Penyalahgunaan Wewenang (Abuse of Power) Presiden Dalam Penyelenggaraan Pemilu Berdasarkan Perspektif Sovereign Immunity. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(12), 2999–3006. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i12.488
Situmorang, A. W. (2013). Gerakan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muhammad, A. (2023). Ekofeminisme Dalam Advokasi Lingkungan. 47(1), 100950. https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2019.01.002%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.cstp.2023.
Nagari, H. P. (2020). Gerakan Sosial Ekofeminisme Melawan Penambangan Marmer di Gunung Mutis Nusa Tenggara Timur. Ijd-Demos, 2(1). https://doi.org/10.37950/ijd.v2i1.33
purike, era. (2023). Ekofeminisme dan Peran Perempuan Indonesia Dalam Perlindungan Lingkungan. JRP: Jurnal Relasi Publik, Vol. 1, No. 3 Agustus 2023.
Rahman, B. dan I. (2009). Menyusun Proposal Penelitian. Pangkalpinang: UBB Press.
Mukhtar. (2013). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Shiva, V., & Mies, M. (2005). Ecofeminismee Perspektif Perempuan Dan Lingkungan.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nabila Auliadewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









