PERAN ALIANSI JURNALSTIK INDEPENDEN (AJI) PANGKALPINANG SEBAGAI AGEN KRITIK DALAM MENDORONG GOOD GOVERNANCE DI RUANG PUBLIK BANGKA BELITUNG

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33019/4y0naj16

Keywords:

AJI Pangkalpinang, Bangka Belitung, Good governance, Ruang Publik.

Abstract

Ruang publik, sebagaimana digagas oleh Habermas, merupakan ruang yang memungkinkan setiap warga negara berpartisipasi secara aktif dalam membahas isu-isu publik. Keberadaan AJI sebagai organisasi independen dan agen kritik telah berperan dalam mentransformasi ruang publik tersebut, sehingga memungkinkan setiap individu secara bebas dan aktif terlibat dalam dikursus isu-isu publik. Penelitian ini menyajikan tentang peran Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di ruang publik Bangka Belitung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menjelaskan peran AJI Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di Bangka Belitung. dan menjelaskan hambatan dan dukungan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Pangkalpinang sebagai agen kritik dalam mendorong good governance di Bangka Belitung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AJI Pangkalpinang mendorong good governance di ruang publik Bangka Belitung karena fungsi AJI Pangkalpinang dalam mengawasi kebijakan pemerintah daerah, mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, memfasilitasi keterbukaan informasi publik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui jurnalisme independen. Dalam melaksanakan perannya, AJI Pangkalpinang mengalami hambatan internal, hambatan eksternal, dan dukungan dari berbagai pihak yang mana mempengaruhi dampak AJI Pangkalpinang untuk good governance di Bangka Belitung.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Gusti Putra, University of Bangka Belitung

    Program Studi Ilmu Politik

References

Fansuri, H. (2017). Konsumerisme dan hegemoni Barat terhadap masyarakat negara berkembang: Perspektif Antonio Gramsci. Journal of Integratif International Relations, 3(2).

Hasriani. (2024). Implementasi good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kelurahan Parangloe Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Journal Of Social Sciences and Politics, 10(2).

Ibrahim. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Ikhsan, R. (2023). Relasi kuasa pada pertambangan timah inkonvensional di kawasan Bendungan Pice Desa Lenggang. Universitas Bangka Belitung.

Mukhtar. (2013). Metode penelitian deskriptif kualitatif. Rineka Cipta.

Purwanto, E. (2014). Privatisasi ruang publik dari civic centre menjadi business district (Belajar dari kasus kawasan Simpang Lima Semarang). Jurnal Tata Loka, 16(3).

Riadi, B. (2023). Dikunjungi Kabid Humas, Ketua AJI Pangkalpinang sampaikan apresiasi. Tribatanews. https://tribratanews.babel.polri.go.id/2023/03/21/dikunjungi-kabid-humas-ketua-aji-pangkalpinang-sampaikan-apresiasi/

Robi’ah, S. N. H. (2020). Media sosial sebagai ruang publik virtual bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Jurnal Publique, 1(1).

Sara. (2022). Warung kopi sebagai sarana edukasi politik (Studi pada 1001 warung kopi Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Universitas Bangka Belitung.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sujarweni, W. (2014). Metodologi Penelitian. Pustaka Baru Press.

Surokim. (2012). Ekonomi politik media penyiaran lokal. Interpena.

Published

2025-11-29