RESISTENSI KELOMPOK MASYARAKAT di KELURAHAN KENANGA TERHADAP LIMBAH PT. BANGKA ASINDO AGRI DI KELURAHAN KENANGA, KABUPATEN BANGKA
DOI:
https://doi.org/10.33019/scripta.v4i2.127Keywords:
Limbah, resistensi, protesAbstract
Penelitian ini mengenai resitensi yang dilakukan oleh kelompok struktur bawah (masyarakat) terhadap kelompok struktur atas (pengusaha dan pemerintah). Resistensi dalam bentuk protes muncul karena adanya PT. Bangka Asindo Agri yang berdiri di wilayah permukiman warga dengan jarak yang kurang dari 1 kilometer, wilayah berdirinya PT. Bangka Asindo Agri bukan di wilayah industri dan kurang optimal dalam pengelolaan limbah hasil produksi, sehingga ini menjadi pemicu konflik di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka. Akibatnya masyarakat terbagi menjadi 2 kelompok yakni, kelompok pro dan kontra. Kelompok masyarakat yang kontra melakukan resistensi terhadap PT. Bangka Asindo Agri selaku penyebab. Tujuan penelitian mengetahui bentuk resistensi yang dilakukan oleh kelompok masyareakat di Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka dan peluang keberhasilan dalam melakukan resistensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kelompok masyarakat kontra melakukan resistensi dengan 2 bentuk yakni;(1) Resistensi terbuka berupa mendatangi sejumlah pemerintah setempat dan perusahaan, petisi dengan hasil 1.255 tandatangan agar pabrik di tutup, memasang spanduk, protes di media sosial, pengumpulan KTP (Kartu Tanda Pengenal) dan tandatangan untuk menggugat PT. Bangka Asindo Agri dengan hasil 1900 tandatangan dan fotokopi KTP (Kartu Tanda penduduk), gugatan kepengadilan PT. Bangka Asindo Agri. (2) Resistensi tertutup berupa penarikan rasa hormat terhadap PT. Bangka Asindo Agri. Kelompok ini berhasil dalam melakukan perlawanan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









