STRATEGI PEMASARAN POLITIK PASLON DIDIT SRIGUSJAYA DAN KORARI SUWONDO DALAM PILKADA BANGKA TENGAH TAHUN 2020
DOI:
https://doi.org/10.33019/scripta.v4i1.125Keywords:
Kontestasi, strategi, pemasaran politikAbstract
Pemilihan umum kepala daerah atau pilkada merupakan salah satu wujud implementasi demokrasi lokal pada tingkat kedaerahan yang berlansung selama 5 tahun sekali dengan gambaran partisipasi langsung masyarakat menjadi tolak ukur nyata dari demokrasi. Adanya pelaksanaan sebuah pemilu membuat terjadinya sirkulasi kekuasaan agar tidak terjadinya pemerintahan yang absolute oleh beberapa kelompok tertentu. Kontestasi pilkada yang terjadi di Kabupaten Bangka Tengah merupakan suatu momentum yang tidak biasa dimana paslon Berdikari (Didit-Korari) diusung oleh satu partai yang sama yaitu PDIP namun partai pengusung dianggap sebagai partai yang besar, selain hal tersebut jika dilihat dari track record paslon berdikari merupakan paslon yang kuat namun ternyata kalah.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi pemasaran politik serta tantangan yang dihadapi oleh calon Bupati dan Wakil Bupati (Didit Srigusjaya dan Korari Suwondo) dalam memenangkan kontestasi Pilkada di Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2020.Sebagai paslon yang dianggap kuat namun ternyata kalah, tentu hal tersebut mmenjadi daya tarik peneliti melakukan penelitian ini.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori political marketing (pemasaran politik) oleh Denny JA. 8P dalam proses pemasaran politik model Denny JA dalam penelitian ini yaitu, Pro-Innovation, Public opinion, Polling, Profilling (voter segmentation), Positioning, Product, Pull marketing, dan Push marketing.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









