BANGKA BARAT DAN

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/scripta.v2i2.79

Kata Kunci:

Identitas Politik, Etnifikansi, Etnis Melayu Jerieng

Abstrak

Identitas politik dimaknai sebagai sebuah kelompok atau individu yang eksistensinya terlihat
melalui simbol-simbol yang menandakan keberadaan kelompok maupun individu tertentu. Simbol-
simbol tersebut berupa etnis, etnisitas, agama, bahasa, budaya, adat-istiadat, kebiasaan dan warna
partai. Identitas politik merupakan sebuah konstuksi yang menentukan posisi kepentingan subyek
di dalam ikatan komunitas politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
karakteristik dan mengetahui upaya yang dilakukan Etnis Melayu Jerieng dalam menguatkan
eksistensinya sebagai kesatuan identitas politik. Penelitian ini menggunakan teori identitas politik
milik T.K. Oommen yang menggunakan istilah etnifikansi dalam pembahasan mengenai etnis dan
dinamikanya menurutnya, etnifikansi adalah sebuah proses yang berusaha untuk menghubungkan
antara teritori dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembentukan karakteristik dan upaya penguatan
yang dilakukan oleh Etnis Melayu Jerieng telah terjadi re-etnifikansi dimana etnifikansi belum
seutuhnya. Etnifikansi ditengah Etnis Melayu Jerieng masih terfragmentasi dimana kelompok
tertentu telah mencoba mengetnikkan kembali identitas lokal tetapi menimbulkan fragmentasi di
masyarakat akibat perebutan terhadap pembagian sejarah identitas lokal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2020-12-29