GERAKAN KEADILAN EKOLOGIS WALHI DALAM MENGADVOKASI KEBIJAKAN RENCANA TATA RUANG DAN WILAYAH (RTRW) DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Penulis

  • Riris Fitriana Universitas Bangka Belitung image/svg+xml
  • Bahjatul Murtasidin
  • Tiara Elgi Fienda

DOI:

https://doi.org/10.33019/h5daec43

Kata Kunci:

Gerakan Sosial, Keadilan ekologis, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia(WALHI)

Abstrak

Penelitian ini berjudul "Gerakan Keadilan Ekologis WALHI dalam Mengadvokasi Kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Kepulauan Bangka Belitung". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam melakukan advokasi kebijakan RTRW yang berkeadilan ekologis di Kepulauan Bangka Belitung. Latar belakang penelitian ini berfokus pada isu keadilan ekologis yang menekankan hak makhluk hidup, termasuk manusia dan ekosistem, untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak atas lingkungan yang layak. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas ekstraktif, seperti pertambangan dan perkebunan monokultur, menjadi tantangan serius yang dihadapi masyarakat lokal. WALHI berperan aktif dalam advokasi untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat dan lingkungan, serta mengatasi ketimpangan yang terjadi akibat relasi bisnis antara penguasa dan perusahaan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Deep Ecology oleh Arne Naess, yang menekankan kesetaraan hak antara manusia dan alam serta pentingnya aksi kolektif dalam pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa WALHI melakukan berbagai upaya advokasi, termasuk pendampingan masyarakat, pendidikan publik, dan mobilisasi massa untuk menolak aktivitas yang merusak lingkungan. Selain itu, WALHI juga berfokus pada pengakuan hak masyarakat adat dan perlindungan terhadap ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi WALHI berhasil mendorong penetapan Belitung sebagai zona pariwisata dan zona tangkap nelayan, serta zona zero tambang, yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sumber daya laut dan ekonomi masyarakat lokal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Riris Fitriana, Universitas Bangka Belitung

    Program Studi Ilmu Politik

Referensi

Fajar, M. A., Sood, M., & Dewanto, P. A. (n.d.). Analisis peran dan strategi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam advokasi lingkungan hidup di Indonesia. Universitas Mataram.

Wahyudi, H., Anugerah, M. F., & Arif, M. (2021). Keterlibatan WALHI dalam Politik Lingkungan Hidup terhadap Kasus Kabut Asap di Riau. Jdp (Jurnal Dinamika Pemerintahan), 4(2), 44–61. https://doi.org/10.36341/jdp.v4i2.1659

WALHI Bangka Belitung. (n.d.). WALHI Bangka Belitung. Retrieved July 10, 2025, from https://walhibangkabelitung.blogspot.com/

Bangka Sonora. (2025). WALHI Desak DPRD dan Pemprov Babel Percepat Restorasi Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Tambang Timah. Diakses dari https://bangka.sonora.id/read/504220922/walhi-desak-dprd-dan-pemprov-babel-percepat-restorasi-kerusakan-lingkungan-akibat-tambang-timah/ Pada 5 Juli 2025

Bangka Tribun News. (2020). Perda RZWP3K Disahkan DPRD Bangka Belitung, WALHI: Belum Bisa Mengakomodir Kepentingan Rakyat. Diakses dari https://bangka.tribunnews.com/2020/02/28/perda-rzwp3k-disahkan-dprd-babel-walhi-belum-bisa-mengakomodir-kepentingan-rakyat/ Pada 5 Juli 2025

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-29