Representasi Citra Pejuang Perempuan Dalam Film Kartini (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)

Penulis

  • verona febriyanti25_ mahasiswa

DOI:

https://doi.org/10.33019/np1s9982

Kata Kunci:

Citra Perempuan, Film Kartini, Analisis Wacana Kritis

Abstrak

Penelitian ini berfokus pada analisis film “Kartini” melalui lensa analisis wacana kritis dari Norman
Fairclough. Penelitian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana struktur linguistik dalam film
berkontribusi pada representasi ideologi dan identitas gender, terutama mengenai citra perempuan
dalam masyarakat Jawa. Studi ini menggunakan kerangka tiga dimensi Fairclough, dimulai dengan
analisis dimensi teks, praktik wacana (discourse practice), dan praktik sosial (sociocultural practice).
Penelitian ini dilakukan dengan elemen linguistik dan struktur tata bahasa yang digunakan dalam
film, serta menghubungkan dengan konteks sosial untuk mengungkapkan bagaimana masyarakat
merepresentasikan citra perempuan. Melalui penelitian ini maka mendorong peneliti untuk lebih
memahami makna dari citra perempuan yang dibentuk oleh masyarakat yang terdapat dalam film
Kartini (2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana cara tokoh Kartini
dalam mereprsentasi dirinya pada Film Kartini, serta untuk mendeskripsikan pengaruh perjuangan
RA Kartini terhadap representasi citra perempuan pada film Kartini. Hasil penelitian menemukan
bahwa dalam film Kartini jika dilihat dari aspek sosial adanya ketidakadilan gender, kelas sosial,
ketimpangan pendidikan, persaingan antara tradisi dan modernitas. Perjuangan Kartini yang sangat
berpengaruh dalam membentuk citra perempuan masa kini dan mengubah pandangan tentang
perempuan dalam masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa. Representasi yang ditunjukkan
dalam film Kartini bahwa perempuan sebagai subjek yang berjuang untuk mendapatkan kesetaraan
gender dan pendidikan. Kartini merupakan simbol perjuangan perempuan, ia menjadi sosok yang
gigih dan pantang menyerah untuk memperjuangkan hak-hak, serta kebebasan bagi setiap
perempuan. Analisis yang dilakukan oleh peneliti, terdapat 14 adegan yang mengandung unsur
patriarki. Dari 14 adegan tersebut terdapat beberapa adegan yang menunjukkan bahwa kekuasaan
dan laki-laki memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Perjuangan
dari R.A Kartini menjadikan perempuan masa sekarang bisa memiliki citra yang lebih baik dan
menjadi lebih berperan di masyarakat

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-30