Representation of Women's Language Features Used by Main Character in Mavka: The Forest Song Movie (2023)
DOI:
https://doi.org/10.33019/2kg87g71Abstrak
Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa perempuan dalam dialog dan monolog tokoh utama, Mavka, dalam film Mavka: The Forest Song (2023) dengan menggunakan teori bahasa perempuan Lakoff dan konsep peran gender Eagly. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, mengkaji 31 data yang mencakup delapan fitur bahasa perempuan: lexical hedges (7), tag question (2), rising intonation (2), hypercorrect grammar (5), superpolite forms (1), intensifiers (9), empty adjective (2), dan emphatic stress (3). Sementara fitur-fitur tertentu, seperti avoidance of strong swear words dan precise color term tidak ditemukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mavka lebih sering menggunakan bahasa sopan dan menghindari kata-kata kasar. Selain itu, enam fitur termasuk lexical hedges, tag question, rising intonation, hypercorrect grammar, empty adjective, superpolite form menunjukkan posisi inferior, sering kali menunjukkan ketidakpastian, keragu-raguan, atau penghindaran konfrontasi oleh karakter utama. Sebaliknya, empat fitur termasuk intensifiers, emphatic stress, dan lexical hedges menunjukkan posisi superior pada karakter utama, mencerminkan kepercayaan diri dan ketegasan. Secara keseluruhan, bahasa Mavka mencerminkan dualitas peran gender, menggambarkan kompleksitas dinamika kekuasaan dan kesantunan dalam konteks sosial budaya.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Izchy Prisilia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









