Perlawanan Masyarakat Terhadap PT. Foresta Lestari Dwikarya Di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong (Dari Collective Action Ke Resolusi Konflik)
DOI:
https://doi.org/10.33019/4ahjf287Kata Kunci:
Kata Kunci: Perlawanan Masyarakat, Collective Action, Resolusi KonflikAbstrak
Abstrak
Penelitian ini mengangkat tentang konflik agraria yang terjadi antara masyarakat desa kembiri dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit tepatnya PT Foresta Lestari Dwikarya yang terletak di Desa kembiri kecamatan Membalong kabupaten Belitung Provinsi kepulauan Bangka Belitung. Konflik ini bermula ketika perusahaan melakukan replanting penebangan untuk penanaman kembali namun pihak masyarakat tidak mengetahui hal tersebut dikarenakan tidak ada transparansi dan sosialisasi dari pihak perusahaan. Dalam hal ini masyarakat menuntut hak mereka dengan 20% plasma dan meminta pengukuran ulang HGU kembali dikarenakan adanya kejanggalan atas lahan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana bentuk perlawanan masyarakat terhadap pt foresta lestari dwikarya serta melihat apa saja dampak perlawanan yang diakibatkan oleh konflik ini. Penelitian ini menggunakan teori Contentious Politics oleh sidney Tarrow sebagai landasan dasar penelitian, terdapat empat indikator tahapan dalam perlawanan yakni, mobilisasi sosial, koalisi dan aksi kolektif, perlawanan, dan negosiasi resolusi konflik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang sumber data primernya berasal dari wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data lanjutan, dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik snowball sampling.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 masitoh sitoh rangkuti, Ibrahim, Sandy Pratama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









