Modal Simbolik Tradisi Nganggung Sebagai Bentuk Peneguhan Identitas Budaya Melayu Bangka di Kota Pangkalpinang
DOI:
https://doi.org/10.33019/5agffm83Kata Kunci:
Kuasa Simbolik, Tradisi Nganggung, Melayu Bangka, Dulang dan Tudung SajiAbstrak
Tradisi Nganggung merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki masyarakat Melayu Bangka Belitung. Tradisi ini telah dilakukan sejak turun temurun, dalam tradisi Nganggung terdapat dua nilai yaitu nilai simbolik tudung saji dan dulang sebagai representasi nilai masyarakat Melayu Bangka dan nilai spiritualitas sebagai representasi nilai agama Islam. Permasalahan yang muncul adalah lemahnya nilai simboilik, namun masih kuatnya nilai spiritualitasnya. Lemahnya nilai simbolik ini merupakan fokus pada penelitian ini, yaitu masyarakat ada yang menggunakan wadah selain tudung saji dan dulang. Bourdieu menjelaskan dalam ranah masyarakat terdapat kontestasi wacana dominan, dalam penelitian ini wacana dominan adalah identitas Melayu Bangka dalam praktik Nganggung yang dinilai dari tudung saji dan dulang. Teori kuasa simbolik menggunakan konsep habitus, arena, dan modal untuk menjelaskan strategi wacana yang berkembang dalam masyarakat, wacana yang dominan disebut sebagai doxa. Kontestasi wacana dominan membentuk dua wacana yaitu heterodoxa dan orthodoxa. Hasil penelitian ini menunjukkan fenomena perbedaan tradisi Nganggung dengan penggunaan rantang atau kotak nasi disebabkan lemahnya kesadaran individu dan perkembangan zaman, selain itu ada faktor kelompok sosial antara generasi tua dan muda. Peneliti menemukan bahwa pada arena upacara tradisi Nganggung antara pemerintah dan masjid ada perbedaan kesadaran masyarakat mempraktikkan tudung saji dan dulang, pada acara pemerintah lebih kuat, sedangkan masjid atau surau sebaliknya. Hal ini menyebabkan terjadinya kontestasi wacana dominan terhadap tradisi Nganggung. Melalui wacana peneguhan identitas melayu Bangka dalam tradisi Nganggung dapat memperkuat peran pemerintah dan tokoh masjid untuk mengontrol tradisi Nganggung, sekaligus melakukan sosialisasi wacana yang terkandung dalam tudung saji dan dulang sebagai identitas masyarakat Melayu Bangka
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Farah Andieni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









