ANALISIS MODAL POLITIK DALAM KEMENANGAN SUKIRMAN – BONG MING-MING PADA PILKADA BANGKA BARAT TAHUN 2020

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/scripta.v4i1.102

Kata Kunci:

Kata Kunci: Pilkada, Modal Politik, Pemanfaatan

Abstrak

Abstrak

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 merupakan pesta demokrasi lokal secara langsung yang keempat kali dilaksanakan di Kabupaten Bangka Barat. Pilkada dimenangkan oleh nomor urut dua pasangan Sukirman – Bong Ming-Ming. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk modal politik dan pemanfaatan modal politik yang dimiliki dalam merebut kemenangan Pilkada. Penelitian ini menggunakan analisis teori Kimberly L Casey terkait bentuk modal politik yang dibagi menjadi tujuh bentuk, yaitu: modal kelembagaan, modal sosial, modal manusia, modal ekonomi, modal budaya, modal simbolik, dan modal moral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara terhadap sembilan informan yang sudah ditentukan dan mengetahui dinamikan Pilkada di Kabupaten Bangka Barat tahun 2020. Hasil penelitian ini menjelaskan bentuk-bentuk modal politik yang dimiliki Sukirman-Bong Ming-Ming terkait modal kelembagaan (partai koalisi: Nasdem, PKS, Perindo, PSI, dan PPP), modal sosial (Popularitas, elektabilitas, ketokohan, jaringan kepemilikan pribadi), modal manusia (Track record), modal ekonomi (dana pribadi, partai koalisi), modal budaya (kedaerahan, kesukuan), modal simbolik (gelar Haji Sukirman, Nama Bong Ming-Ming, dan modal moral (positif, Berjiwa sosial tinggi, tidak membedakan golongan). Terdapat modal politik yang mendominasi serta Pemanfaatan modal politik, yaitu: modal kelembagaan: pengerahan kader partai koalisi, pergerakan secara massif oleh tim pemenangan, penyamaan visi-misi kelembagaan. Modal sosial: dukungan dari berbagai kelompok masyarakat, komunitas nelayan, Millenial, ulama. Modal budaya: pengenalan kedaerahan dan kesukuan yang dimanfaatkan untuk personal branding ke masyarakat.

 

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Afrizal, 2016. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. PT Gravindo Persada, Jakarta.

Baharuddin, Tawakkal & Purwaningsih, Titin, 2017: Modalitas Calon Bupati Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2015 (Studi Kasus: Indah Putri Indriani Sebagai Bupati Terpilih Di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal pemerintahan dan kebijakan publik. Vol.4.

Chariunissa, Wahyuni, 2019: Pemanfaatan Modal Sosial Deri Asta Dan Zohirin Sayuti Pada Pilkada Sawahlunto Pada Tahun 2018, Universitas Andalas, Padang.

Kartika, dkk, 2018. Modal Politik Tjhai Chui Mie Dalam Pemilihan Walikota Singkawang Tahun 2017. Jurnal Wacana Politik, Vol. 3, No. 2.

Pantouw, Stella Maria Ignasia, 2012: Modalitas Dalam Kontestasi Politik (Studi Tentang Modalitas Dalam Kemenangan Pasangan Hanny Sondakh Dan Maximilliaan Lomban Pada Pemilukada Di Kota Bitung Sulawesi Utara Tahun 2010), Universitas Diponegoro, Semarang.

Suharizal, 2011. Pemilukada; Regulasi, Dinamika, Dan Konsep Mendatang. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Usman, Husaini. Purnomo S.A. 2011. Metodologi Penelitian Sosial. Bumi Aksara, Jakarta.

Wance, Marno & Djae, Raoda, 2019: Modalitas Dinasti Ahmad Hidayat Mus Pada Pemilihan Kepala Daerah Di Maluku Utara 2018. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. Vol 21.

Dokumen lain:

Hasil Survei Ranto Research & Counsulting (RRC) Juni 2020.

Laporan Akhir Pengawasan Pilkada Serentak tahun 2020 Di Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Diterbitkan

2022-04-30