THE POTRAYAL OF BEAUTY MYTH IN UGLIES MOVIE (2024)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/qk10sx80

Kata Kunci:

Beauty Myth, Feminism, Gender, Hegemony

Abstrak

Abstrak

Konstruksi budaya tentang kecantikan sering kali menjadi alat kontrol sosial dalam menekan perempuan dengan cara yang tampak alami dan tidak dipertanyakan. Mitos kecantikan mendorong perempuan untuk mematuhi standar kecantikan tertentu agar dapat diterima di masyarakat. Standar ini diciptakan dan dipertahankan melalui hegemoni, di mana ideologi dominan membentuk persepsi bahwa kecantikan adalah identitas utama perempuan, sehingga mereka secara tidak sadar menerima dan menyesuaikan diri dengan standar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitos kecantikan yang dialami oleh karakter perempuan dalam berbagai aspek serta mitos kecantikan yang digunakan sebagai alat hegemoni untuk mengontrol individu dalam film Uglies (2024). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data. Penelitian ini menggunakan teori The Beauty Myth karya Naomi Wolf yang membagi mitos kecantikan menjadi enam aspek utama. Selain itu, teori Hegemoni dari Antonio Gramsci digunakan untuk mengkaji bagaimana standar kecantikan diterapkan dalam film ini. Penelitian ini menghasilkan 13 data, yang terdiri atas: persetujuan: pekerjaan 1, budaya 3, agama 1, dan sex 1, sedangkan paksaan: budaya 3, kelaparan 1 dan kekerasan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek mitos kecantikan yang dominan dirasakan oleh karakter perempuan dalam Uglies movie (2024) adalah aspek budaya yang kemudian diikuti oleh bentuk penindasan lainnya. Sementara itu, penelitian ini juga menemukan bahwa hegemoni yang muncul dalam film ini lebih banyak dilakukan melalui mekanisme paksaan dibandingkan persetujuan.

Kata Kunci: Feminisme, Gender, Hegemoni, Mitos Kecantikan

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2025-03-21