Solidaritas Perempuan Dalam Pengelolaan Hutan Adat Orang Mapur Di Dusun Air Abik Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka

WOMEN'S SOLIDARITY IN THE MANAGEMENT OF THE MAPUR PEOPLE'S TRADITIONAL FOREST IN AIR ABIK hamlet, GUNUNG MUDA VILLAGE, BELINYU DISTRICT, BANGKA DISTRICT

Penulis

  • trikasih munthe mahasiswa ,

DOI:

https://doi.org/10.33019/k8pj8870

Kata Kunci:

Solidaritas, Perempuan, Hutan adat

Abstrak

Ekspansi Perkebunan kelapa sawit, aktivitas pertambangan, dan perambahan hutan mengancam hutan adat orang Mapur. Hingga saat ini, pengakuan dan perlindungan hukum masyarakat adat Mapur masih menjadi problema. Hutan adat yang diklaim oleh orang Mapur tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah setempat terkendala pembungkaman suara politik agar aspirasi pangakuan tidak muncul ke permukaan. Kondisi ini membuat Perempuan Mapur menggalang kekuatan untuk membangun solidaritas Penelitian ini menggunakan teori solidaritas sosial dari emile durkeim. Emile Durkeim membagi solidaritas menjadi dua bagian yaitu mekanik dan organik.. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Solidaritas perempuan adat Mapur di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, muncul sebagai respons terhadap ancaman dari ekspansi perusahaan kelapa sawit seperti PT. Gunung Pelawan Lestari. Perempuan Mapur berperan penting dalam melindungi hutan adat dan nilai-nilai budaya mereka, dengan menggunakan pengetahuan tradisional untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif dan memastikan keberlanjutan lingkungan.
Kata Kunci : Solidaritas, Perempuan, Hutan Adat

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-01