bahasa inggris

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/scripta.v4i2.111

Kata Kunci:

Cohesive Devices, Speech, Donald Trump

Abstrak

Perangkat kohesif memainkan peran penting dalam penyusunan pidato yang baik. Penggunaan bahasa yang tertata dan mudah dipahami dalam menyampaikan pidato akan berdampak pada komunikasi yang berjalan dengan baik sehingga dapat menghindari kesalahpahaman antara pembicara dan pendengar. Oleh karena itu, penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki kemunculan, fungsi, dan pola dari tipe dominan perangkat kohesif yang digunakan dalam Pidato Kekalahan Donald Trump. Teori yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah teori perangkat kohesif Halliday & Hasan. Ada 362 perangkat kohesif yang ditemukan dalam pidato Donald Trump. Referensi pribadi sebagai penggunaan terbanyak  dalam pidato memiliki 181 item, sedangkan yang paling sedikit digunakan adalah elipsis dan substitusi dengan masing-masing 1 item. Terdapat 2 kohesi gramatikal dan 1 kohesi leksikal sebagai tipe dominan yang ditemukan dalam pidato, yaitu referensi pribadi yaitu 'kita' sebanyak 57 item, konjungsi aditif yaitu ‘dan’ sebanyak 46 item, dan repetisi sebanyak 27 item  yang digunakan dalam pidato Donald Trump. Trump menggunakan pola dengan lebih banyak menggunakan ‘kita’ dibanding “saya” untuk menciptakan gambaran bahwa Trump juga bagian dari warga negaranya, sedangkan pola yang digunakan Trump dengan kata ‘dan’ adalah sebagai penghubung atas informasi tambahan yang Trump berikan, dan penggunaan beberapa repetisi oleh Trump lebih merujuk pada penekanan atas poin yang ia sampaikan.

 

Kata kunci: Perangkat Kohesif, Pidato, Donald Trump.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Brinton, Laurel J. 2000. The Structure of Modern English: A Linguistic Introduction. Amsterdam/ Philadelphia: John Benjamins Publishing Company.

Halliday, M. A. K. (2000). An introduction to functional grammar (2nd ed.). Beijing: Foreign Language Teaching and Research Press.

Halliday, M.A.K., & Hasan, R. (1976). Cohesion in English. London : Longman Group Limited.

Johns Hopkins School. (2010). Conjunctions. Retrieved on December 5, 2021 from https://carey.jhu.edu/uploads/files/Conjunctions.pdf

Kridalaksana, Harimukti. (2005). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Latifah, A., & Triyono, S. (2020). Cohesion and Coherence of Discourse in the Story of “Layangan Putus” on Social Media Facebook. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 5(1), 2527-5070.

Li, J. (2013). The Application and Significance of Discourse Cohesion and Analysis in Practical Teaching of Foreign Language. Theory and Practice in Language Studies, 3(8), 1393-1398.

Mahendra, I. P. (2013). The Conjunction Analysis in Novel “If I Stay By Gayle Forman”. Denpasar: Udayana University.

Maryati, S. & Suprapti, S. (2018). Cohesion in Students’ Speeches. Journal of English Language Teaching, 7(2), Universitas Negeri Semarang.

Syarifuddin. S. & Hasyim, I. (2020). Semantic Analysis in English High School Handbooks. British, Jurnal dan Bahasa Indonesia. 9 (1), 1-12.

Diterbitkan

2022-12-31