TATA KELOLA DESTINASI WISATA BUKIT MANTAN INDAH (BMI PARK) KECAMATAN PARITTIGA DALAM PRESPEKTIF GOOD TOURISM GOVERNANCE
DOI:
https://doi.org/10.33019/akv9mp61Kata Kunci:
Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Pasca TambangAbstrak
Pengelolaan sektor pariwisata berdasarkan konsep Good Tourism Governance. Pengelolaan sektor pariwisata berdasarkan konsep Good Tourism Governance yang mengedepankan keterlibatan 3 aktor yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta. Ketiganya memiliki peran yang strategis dalam pengelolaan destinasi wisata, sehingga sinergitas hubungan ketiganya menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pengelolaan destinasi wisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Good Tourism Governance dari Sunaryo (2013) dengan prinsip keterlibatan partisipasi aktif yang bersinegris, kolaborasi stakeholders dan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana sumber data primer didapatkan melalui wawancara dengan informan sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui bahan pustaka yang dapat mendukung informasi primer. Kriteria informan dalam penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Pemerintah Desa Air Gantang, Wisata Bukit Mantan Indah, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ada di wisata Bukit Mantan Indah sudah terealisasikan. Pemilik wisata berupaya dan berhasil mengelola lahan bekas aktivitas pertambangan timah menjadi wisata buatan yang dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Parittiga. Salah satu elemen penting dari pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam masyarakat lokal yaitu dengan melibatkan mereka dalam prosesnya. Adanya partisipasi masyarakat dan kolaborasi stakeholders dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan diharap memberi manfaat, berperan, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga menjaga kualitas wisata. Berikut tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan wisata BMI Park yaitu kurangnya bantuan anggaran dan infrastuktur yang belum optimal. Dalam wisata BMI Park, pasokan listrik yang kurang memadai sehingga menjadi tantangan dan hambatan dalam pengelolaan penginapan di wisata BMI Park.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Selli Agustina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









